Revolusi Skincare: Nanoserum Daun Pucuk Merah Buatan Uce Lestari Tawarkan Proteksi UV Optimal

Revolusi Skincare: Nanoserum Daun Pucuk Merah Buatan Uce Lestari Tawarkan Proteksi UV Optimal

Berita Kampus
Dipublikasikan 09 Dec, 2025 Oleh Admin

Mendalo,- Dalam upaya menjawab kebutuhan inovasi bahan alam untuk perawatan kulit yang aman dan efektif, peneliti Uce Lestari kembali mencuri perhatian melalui riset terbarunya yang berhasil mengembangkan formula nanoserum berbahan dasar ekstrak daun pucuk merah (Syzigium myrtifolium. Walp). Temuan ini tidak hanya memperkaya khazanah penelitian kosmetik berbasis tanaman lokal, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan produk skincare berteknologi tinggi dari sumber daya Indonesia.

Melalui serangkaian uji karakterisasi, pengujian sifat fisik serta uji aktivitas proteksi sinar UV, nanoserum ekstrak daun pucuk merah terbukti memiliki kemampuan melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) berkat kandungan metabolit sekundernya, terutama flavonoid dan senyawa fenolik yang dikenal sangat kuat sebagai antioksidan berdasarkan dari hasil riset sebelumnya. Dengan teknologi nanopartikel, senyawa aktif tersebut diformulasikan dalam ukuran yang jauh lebih kecil, sehingga penyerapan ke dalam kulit menjadi lebih optimal dan efek perlindungannya meningkat secara signifikan.

Produk inovasi ini menjadi inovasi berbasis daun pucuk merah yang kedua setelah sebelumnya Uce Lestari berhasil mengembangkan soothing gel sebagai antioksidan.

Uce Lestari menjelaskan bahwa penggunaan nanoserum ekstrak daun pucuk merah memperkuat stabilitas formula dan meningkatkan aktivitas biologisnya.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanoserum ini mampu melindungi kulit dari paparan sinar UV dengan cara mengurangi stres oksidatif dan kerusakan sel kulit akibat radiasi UV dengan ditandai 20 orang panelist yang menggunakan nanoserum ekstrak daun pucuk merah setelah menggunakan nanoserum dilakukan pengecekan dengan menggunakan alat Sunscreen UV Mirror (UV Camera Built in) yang memberikan warna hitam dibandingkan pada bagian yang tidak dioleskan nanoserum, hal ini membuktikan sekaligus nanoserum berpotensi mencegah penuaan dini yang sering dipicu oleh sinar matahari,” ungkapnya.

Penemuan ini menjadi langkah penting dalam pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia, khususnya tanaman pucuk merah yang selama ini lebih dikenal sebagai tanaman hias. Riset ini menegaskan bahwa biodiversitas lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk inovatif bernilai tinggi di sektor kosmetik dan kesehatan.

Dengan temuan formula nanoserum ini, Uce Lestari berharap dapat mendorong lahirnya produk skincare alami dan berteknologi modern yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.